Ia mengatakan, dari empat PTS yang akan diubah
statusnya menjadi PTN, prioritas akan didahulukan kepada Politeknik
Sukabumi dan Universitas Singaperbangsa di Kabupaten Karawang.
“Unsika dan Poltek Sukabumi, yang lainnya berlanjut. Artinya mana saja yang terlebih dahulu bisa menyelesaikan urusan lahan, karena kan masalahnya pembebasan lahan. Dulu kan kita targetkan Unsil dan Unsilagati supaya lahannya terselesaikan 30 hektar, tapi tidak selesai juga,”kata Heryawan.
Dikatakannya, Kemendikbud sebenarnya menyetujui lima PTS untuk dijadikan PTN di Provinsi Jabar yakni terdiri dari tiga politeknik dan dua universitas.
“Tapi kan persoalannya tinggal pada pembebasan lahan.Kalau masalah ini sudah selesai, maka tinggal persoalan teknis saja. Makanya, mana saja dari lima tersebut yang bisa menyelesaikan 30 hektar untuk pembebasan lahannya, maka dialah yang akan mendapat penegerian pertama kali,”ujar Heryawan.
“Unsika dan Poltek Sukabumi, yang lainnya berlanjut. Artinya mana saja yang terlebih dahulu bisa menyelesaikan urusan lahan, karena kan masalahnya pembebasan lahan. Dulu kan kita targetkan Unsil dan Unsilagati supaya lahannya terselesaikan 30 hektar, tapi tidak selesai juga,”kata Heryawan.
Dikatakannya, Kemendikbud sebenarnya menyetujui lima PTS untuk dijadikan PTN di Provinsi Jabar yakni terdiri dari tiga politeknik dan dua universitas.
“Tapi kan persoalannya tinggal pada pembebasan lahan.Kalau masalah ini sudah selesai, maka tinggal persoalan teknis saja. Makanya, mana saja dari lima tersebut yang bisa menyelesaikan 30 hektar untuk pembebasan lahannya, maka dialah yang akan mendapat penegerian pertama kali,”ujar Heryawan.
Seperti
diketahui, pemerintah provinsi Jabar sudah menganggarkan dana Rp25
miliar untuk kebutuhan tersebut. Dana sebesar itu disiapkan untuk
pembebasan lahan terkait program pengalihan status empat PTS menjadi
PTN.
“Tahun ini Pemprov Jabar telah menyiapkan anggaran sebesar
Rp25 miliar untuk pembebasan lahan terkait pengalihan status empat PTS
menjadi PTN,”kata Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Jawa Barat,
Zulkifly Chaniago, di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung,
Kamis(16/8/2012).[ing]