Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Hanura Dukung Heryawan Ikut Pilkada Jabar Lagi

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mendeklarasikan dukungan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk kembali memimpin Jawa Barat periode 2013-2018. Deklarasi itu berlangsung di Ballroom Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (1/9/2012).

Acara itu merupakan rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Barat, yang dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Jenderal (Purn) TNI Wiranto.

Dalam Surat Keputusan (SK) DPP Partai Hanura yang dibacakan Sekretaris DPD Hanura Jawa Barat Muhammad Iliana menyebutkan, disebutkan bahwa Ahmad Heryawan disahkan sebagai calon GubernurJawa Barat periode 2013-2018. SK ditandatangani Wiranto dan Sekretaris Jenderal DPP Hanura Dossy Iskandar Prasetyo.

SK tersebut juga memerintahkan seluruh jajaran Hanura Jawa Barat untuk mengambil langkah-langkah pemenangan bagi Ahmad Heryawan. Selanjutnya menugaskan kepada Ketua DPD Hanura Jawa Barat untuk mendaftarkan Ahmad Heryawan sebagai Calon Gubernur Periode 2013-2018 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Jawa Barat."Saya instruksikan kepada seluruh jajaran Partai Hanura Jabar agar mendukung dan menyukseskan Ahmad Heryawan kembali menjadi Gubernur Jabar," kata Wiranto, dalam sambutannya. 
 
Sumber : kompas.com

Deddy Dores Disebut Mau Jadi Cagub Jabar

Nama Deddy Dores mendadak muncul di tengah tahapan persiapan pilkada gubernur Jawa Barat yang baru saja dimulai. Pelantun tembang melankolis dengan ciri-ciri kacamata gelap bergradasi ini dikabarkan berminat untuk maju sebagai calon perseorangan di pemilihan gubernur Jabar tahun 2013.

Hal itu terungkap dari keterangan Yogaswara yang mengaku datang ke rapat koordinasi calon perseorangan di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, Kamis (20/9/2012).

Dia mengklaim datang untuk mewakili Deddy Supriyadi yang lebih dikenal publik pencinta musik tahun 1980-an sebagai Deddy Dores. "Beliau maju karena dorongan dari organisasi kemasyarakatan," ujar Yogaswara sambil menyebut beberapa nama lembaga etnis kesundaan.

Yogaswara mengaku bahwa Deddy Dores mendapatkan cukup dukungan untuk sekadar lolos ke tahap pendaftaran.

Berdasarkan peraturan KPU, calon perseorangan harus mendapatkan dukungan sebesar 3 persen dari total populasi Jabar dan tersebar di 50 persen kabupaten atau kota. Dengan demikian, setiap calon perseorangan harus didukung setidaknya 1,4 juta orang karena penduduk Jabar saat ini mencapai 46 juta dan tersebar di 14 daerah dari 26 kabupaten/kota.Selain Deddy Dores, ada beberapa perwakilan yang datang untuk menerima penjelasan mengenai persyaratan mendaftar seperti Endang Ilyas ataupun Dikdik Mulyana Arif Mansur. 
 
Sumber : kompas.com

Ical Pastikan Yance Kandidat Cagub Jabar

HeadlinePartai Golongan Karya (Golkar) memastikan akan mengusung Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat (Jabar) Irianto MS Syafiuddin alias Yance untuk maju sebagai calon gubernur (cagub) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar 2013.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, selain Yance, partainya belum memiliki kandidat kuat untuk diusung ikut bertarung menuju Jabar 1.

"Enggak ada yang muncul dari Golkar, (Yance) dia memang kandidat kuat Golkar, mudah-mudahan survei yang dilakukan 1 Oktober ini dia termasuk yang tinggi," kata Ical seusai pencoblosan Pilkada DKI Jakarta, di TPS 31, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012).

Kendati demikian, partai berlambang pohon beringin itu belum memutuskan siapa yang akan maju ke Pilkada Jabar. Menurut dia, pencalonan cagub harus tetap diputuskan oleh DPP Partai Golkar.

"Kuncinya kalau di Golkar itu harus sesuai dengan peraturan organisasi (PO). PO ini harus sesuai dengan pilihan rakyat," tegas Ical.

Sebelumnya Sekjen Partai Golkar Idrus Marham juga mengatakan hal serupa. Golkar akan mengusung Yance untuk maju sebagai cagub di Pilkada Jabar 2013.

"Kami berikan Pak Yance sebagai kader terbaik kami. Oleh karenanya Pak Yance sudah melakukan konsolidasi sampai tingkat bawah," kata Idrus kepada INILAH.COM, Selasa (11/9).[yeh]

Sumber : inilah.com

 

PDI-P Belum Usung Rieke Dyah-Teten Masduki untuk Jabar


Anggota Komisi IX Rieke Dyah PitalokaPihaknya mengakui Rieke Diah Pitaloka memang masuk ke bursa calon gubernur Jawa Barat

Munculnya nama pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki di radar calon kepada daerah yang akan diusung  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ternyata sama sekali belum diketahui pimpinan teras partai itu.

Seperti diakui oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Andreas Pareira, pihaknya mengakui Rieke Diah Pitaloka memang masuk ke bursa calon gubernur Jawa Barat. Rieke sudah mengisi formulir pendaftaran calon dan diketahui memiliki popularitas serta elektablitas yang baik.

Sementara Teten Masduki sendiri diketahui tak pernah mendaftar sebagai bakal calon gubernur atau bakal calon wakil gubernur ke partai itu, walau DPP PDIP juga memiliki hak untuk mencalonkan figur tertentu seperti Teten.

"Jadi saya belum pernah dengar soal pasangan itu," kata Andreas di Jakarta, hari ini.

Pada kesempatan itu, Andreas juga menjelaskan hingga saat ini banyak kader  partai yang berkeyakinan bahwa partai itu akan mengusung kader sendiri  sebagai calon gubernur di Jawa Barat. Apalagi itu diusung dengan fakta  bahwa PDIP mampu mencalonkan pasangan sendiri mengingat partai itu  memiliki kursi  DPRD yang cukup sebagai syarat mengajukan pasangan calon  sendiri.

"Kemungkinannya masih terbuka. Kader kita ingin kader partai sendiri yang akan maju sebagai cagub. Toh kita punya kursi untuk mencalonkan gubernur sendiri," kata Andreas.

Wacana Rieke-Teten muncul tiba-tiba tanpa pengusul yang jelas. Kepada sejumlah media, Teten mengaku ada yang menjodohkan dirinya dengan Rieke, namun terhambat soal modal uang.

Sementara Rieke sendiri, saat dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu (23/9), menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan dari DPP PDIP soal pilkada Jawa Barat.

"Sebagai kader, saya siap apabila mendapatkan tugas untuk maju di Jawa Barat. Keputusan koalisi atau tidak dan dengan siapa dipasangkan, itu adalah wewenang dari DPP PDI Perjuangan," kata Rieke.

Dia juga menyatakan dirinya percaya pimpinan partai punya perhitungan yang matang untuk Pilkada Jabar, yang bagi banyak pihak dianggap sebagai pra kondisi dari Pemilu Pileg dan Pilpres 2014.

"Ini sekaligus menjadi arena perang terhadap politik transaksional dan pragmatisme dalam politik," tandas dia.



Sumber : beritasatu.com 

 

PDIP Cari Figur "Jokowi" Untuk Pilkada Jabar


Walikota Solo, Joko Widodo (2 kanan) menerima kunjungan Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih (2 kiri) yang didampingi ketua DPC PDIP, FX Hadirudyatmo, di Rumah Dinas Lodji Gandrung, Solo Jateng, Jumat (21/9). Rustriningsing secara langsung menyampaikan selamat atas keberhasilan Jokowi meraih suara terbanyak dalam Pilgub DKI Jakarta. FOTO ANTARA/Akbar Nugroho GumayBelum tentu sosok yang disokong banyak parpol dan banyak modal fisik, bisa menang

Politisi Senior PDI Perjuangan, Sidharto Dhanusubroto, menilai partai itu wajib mencari figur yang mirip Joko Widodo untuk diusung sebagai calon gubernur di Jawa Barat dalam  pilkada yang akan diselenggarakan tahun depan.

Hal itu merupakan buah evaluasi serta refleksi dari mantan pengawal Bung Karno itu yang disampaikan di Jakarta, hari ini.

"Kemenangan Jokowi di Jakarta, kita harus belajar dari situ. Bahwa belum tentu sosok yang disokong banyak parpol dan banyak modal fisik, bisa menang. Figur Jokowi membuat semuanya total turun bekerja.Saya rasakan sendiri," kata Sidharto.

Dia lalu menceritakan bagaimana dirinya ditugaskan partai, sebagai anggota  DPP PDI Perjuangan, diturunkan untuk memimpin langsung dengan pengurus  cabang, anak cabang, ranting, dan anak ranting partai itu demi kepentingan pilkada DKI Jakarta. Mereka bekerja untuk mendata saksi yang setia, hingga mengganti saksi yang 'goyang keimanannya'.

Hal itu membangun keyakinan pada dirinya bahwa kerja kader dan solidiritasnya bisa dibangun melalui kerja bersama.

"Walau modal yang kita keluarkan itu modal dari kantong sendiri, karena Jokowi tak punya duit. Bahkan ada simpatisan pengusaha yang mau jadi relawan. Ini fenomena luar biasa. Ini bisa jadi contoh bahwa yang modal  pas-pasan bisa kalahkan Foke yang modal fisik kuat, didukung parpol-parpol dan didukung birokrasi," jelas dia.

Karena itu, Sidharto memberi pesan agar DPP PDI Perjuangan juga mengusung semangat yang sama di Pilkada Jawa Barat.

"Kita ingin usung kader yang punya magnet ke publik. Mudah-mudahan kita ada  kader yang punya magnet sama seperti Jokowi di Jawa Barat," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Sidharto juga menjelaskan hingga saat ini PDIP sudah menyaring sjeumlah nama yang akan disiapkan sebagai bakal calon gubernur, maupun bakal wakil gubernur. Dalam rangka itu, proses fit and proper test untuk nama-nama itupun sudah disiapkan.

Namun, Sidharto menolak untuk membuka siapa-siapa saja nama yang paling berpeluang kuat untuk dijadikan calon fix. Dia hanya menekankan bahwa keputusan akhir akan ditentukan oleh DPP PDI Perjuangan yang dipimpin Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Jadi kita melihat peta dan belum memutuskan. Nanti Ketua Umum yang  memutuskan. Kita hanya menyajikan beberapa pilihan. Biar Ketua Umum  sendiri yang memutuskan," kata Sidharto yang juga duduk di Komisi I DPR  itu.


Sumber : beritasatu.com


 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Jabar
Copyright © 2011. BERITA JABAR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Berita Bogor